E-Book Sintaks 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning ( SCL)

E-Book Sintaks 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning ( SCL) - Metode scientific pertama kali diperkenalkan ke ilmu pendidikan Amerika pada akhir abad ke-19, sebagai penekanan pada metode laboratorium formalistik yang mengarah pada fakta-fakta ilmiah (Hudson, 1996; Rudolph, 2005). Metode scientific ini memiliki karakteristik "doing science". Metode ini memudahkan guru atau pengembang kurikulum untuk memperbaiki proses pembelajaran, yaitu dengan memecah proses ke dalam langkah-langkah atau tahapan-tahapan secara terperinci yang memuat instruksi untuk siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran (Maria Varelas and Michael Ford, 2008). Hal inilah yang menjadi dasar dari pengembangan kurikulum 2013 di Indonesia.

E-Book Sintaks 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning ( SCL)
E-Book Sintaks 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning ( SCL)

Pendekatan scientific atau lebih umum dikatakan pendekatan ilmiah merupakan pendekatan dalam kurikulum 2013. Dalam pelaksanaannya, ada yang menjadikan scientific sebagai pendekatan ataupun metode. Namun karakteristik dari pendekatan scientific tidak berbeda dengan metode scientific (scientific method). Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologi) yang berbeda.

Sikap diperoleh melalui aktivitas "menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan". Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas "mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta". Keterampilan diperoleh melalui aktivitas "mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta". Karakteristik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Pendekatan scientific dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran. Untuk memperkuat pendekatan scientific diperlukan adanya penalaran dan sikap kritis siswa dalam rangka pencarian (penemuan).
Agar dapat disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. Karena itu metode ilmiah umumnya memuat rangkaian kegiatan koleksi data atau fakta melalui observasi dan eksperimen, kemudian memformulasi dan menguji hipotesis. Sebenarnya apa yang dibicarakan dengan metode ilmiah merujuk pada: (1) adanya fakta, (2) sifat bebas prasangka, (3) sifat objektif, dan (4) adanya analisa. 

Dengan metode ilmiah seperti ini diharapkan kita akan mempunyai sifat kecintaan pada kebenaran yang objektif, tidak gampang percaya pada hal-hal yang tidak rasional, ingin tahu, tidak mudah membuat prasangka, selalu optimis.

Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembejaran tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran tradisional. Metode yang dipandang sejalan dengan prinsip pendekatan saintifik/ilmiah adalah problem based learning, project based learning, inkuiri, dan group investigation. Metode-metode tersebut mengajarkan kepada peserta didik untuk mengenal masalah, merumuskan masalah, mencari solusi, menguji jawaban sementara dengan melakukan penyelidikan (menemukan fakta-fakta melalui penginderaaan), dan pada akhirnya menarik simpulan dan menyajikan secara lisan maupun tertulis. memberikan konsepsi bahwa pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran mencakup komponen: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Komponen-komponen tersebut dapat dimunculkan dalam setiap praktik pembelajaran, tetapi bukan siklus pembelajaran.
Sebuah proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dapat disebut ilmiah bila proses pembelajaran tersebut memenuhi kriteriakriteria berikut :

Adapun 45 Metode Pembelajaran yang dijelaskan dalam buku ini adalah sebagai berikut :
  1. Metode Pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition (AIR)
  2. Metode Pembelajaran Artikulasi
  3. Metode Pembelajaran Brainstorming 
  4. Metode Pembelajaran Buzz Group (BG) 
  5. Metode Pembelajaran Cooperative Script (CS) 
  6. Metode Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) 
  7. Metode Pembelajaran Course Review Horay (CRH)
  8. Metode Pembelajaran Tebak Kata (TK) 
  9. Metode Pembelajaran Complette Sentence (CS)
  10. Metode Pembelajaran Connecting, Organizing, Refleting, Extending (CORE) 
  11. Metode Pembelajaran Debat Aktif (DA)
  12. Metode Pembelajaran Double Loop Problem Solving
  13. Metode Pembelajaran Example Non Example (EE)
  14. Metode Pembelajaran Direct Instruction (DI)
  15. Metode Pembelajaran Group Investigation (GI) 
  16. Metode Pembelajaran Inquiry
  17. Metode Pembelajaran Jigsaw 
  18. Metode Pembelajaran Mind Mapping (MM)
  19. Metode Pembelajaran Pembelajaran Otentik (Outentic Learning) 
  20. Metode Pembelajaran Think Pair Share (TPS) 
  21. Metode Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) 
  22. Metode Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) 
  23. Metode Pembelajaran Circuit Learning (CL)
  24. Metode Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS)
  25. Metode Pembelajaran Demonstrasi
  26. Metode Pembelajaran Explicit Instruction (EI) 
  27. Metode Pembelajaran Learning Cycle (LC) 
  28. Metode Pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) 
  29. Metode Pembelajaran Meaningfull Learning (ML) 
  30. Metode Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) 
  31. Metode Pembelajaran Pair Check (PC)
  32. Metode Pembelajaran Picture and Picture (PP) 
  33. Metode Pembelajaran Probing Prompting (PrPr) 
  34. Metode Pembelajaran Problem Solving (PS) 
  35. Metode Pembelajaran Role Playing (RP)
  36. Metode Pembelajaran Snowball Throwing (ST)
  37. Metode Pembelajaran Survey Question Read Recite Review (SQ3R) 
  38. Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD)
  39. Metode Pembelajaran Take and Give (TG) 
  40. Metode Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) 
  41. Metode Pembelajaran Time Token (TT) 
  42. Metode Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) 
  43. Metode Pembelajaran Driil 
  44. Metode Pembelajaran Make A Match (MaM)
  45. Metode Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC)
Silahkan Unduh E-Book Sintaks 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning ( SCL) Pada link yang sudah kami siapkan di bawah ini :

(Unduh Disini) E-Book Sintaks 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning ( SCL).Pdf

Demikian Kami Sampaikan E-Book Sintaks 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning ( SCL). Semoga Bermanfaat ..