Model Penilaian Formatif Pada Pembelajaran Abad 21
Model Penilaian Formatif 2019 - Penilaian formatif yang biasa disebut assessment for learning adalah proses mengumpulkan data/informasi/bukti-bukti mengenai sejauh mana (seberapa baik) kemajuan peserta didik dalam menguasai kompetensi, menginterpretasikan data/informasi tersebut, dan memutuskan kegiatan pembelajaran yang paling efektif bagi peserta didik agar dapat menguasai materi/kompetensi secara optimal. Penilaian formatif merupakan bagian dari langkah-langkah pembelajaran, dilakukan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung yang merupakan bagian dari praktik keseharian pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajar di kelas.
Penilaian formatif yang dilakukan pendidik tidak hanya penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) tetapi juga penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning). Penilaian sebagai pembelajaran yaitu proses penilaian yang dilakukan pendidik yang memungkinkan peserta didik melihat capaian dan kemajuan belajarnya untuk menentukan target belajar, misalnya dalam bentuk penilaian diri atau penilaian antarteman.
Penilaian formatif berbeda dengan penilaian sumatif. Penilaian sumatif dilaksakanan pada akhir pembelajaran satu atau beberapa kompetensi dasar. Hasil penilaian sumatif digunakan untuk membuat keputusan apakah seorang peserta didik dapat melanjutkan atau tidak dapat melanjutkan ke kompetensi berikutnya, naik kelas atau tidak, dan lulus atau tidak lulus. Hasil penilaian sumatif diperhitungkan dalam pengolahan nilai pada buku rapor. Selain itu, hasil penilaian sumatif juga dapat dipakai untuk memutuskan tujuan dan kegiatan pembelajaran berikutnya sebagaimana diilustrasikan pada Bagan 3 berikut:
Bagan 3 menunjukkan bahwa penilaian sumatif mengukur pencapaian belajar yang telah dilaksanakan selama periode tertentu sebelumnya. Skor yang diperoleh menunjukkan tingkat keberhasilan peserta didik untuk pembelajaran yang dilaksanakan pada periode sebelumnya tersebut (melihat ke belakang). Namun demikian, hasil penilaian sumatif dapat digunakan juga untuk dasar menyusun tujuan, bahan, dan kegiatan pembelajaran berikutnya (melihat ke depan). Dalam hal ini, hasil penilaian sumatif dimanfaatkan selayaknya hasil penilaian formatif.
Ada sejumlah perbedaan utama antara penilaian formatif dan penilaian sumatif. Tabel 3 menyajikan beberapa perbedaan yang utama (Regier, 2012).
B. Prinsip-prinsip Penilaian Formatif
Sejumlah prinsip yang melandasi pelaksanaan penilaian formatif, diantaranya:
a. penilaian formatif terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung;
b. melibatkan peserta didik dalam pelaksanaannya (misalnya melalui penilaian diri, penilaian antar-teman, dan refleksi metakognitif terhadap proses belajarnya);
c. berkenaan tidak hanya dengan kemajuan penguasaan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, tetapi juga motivasi belajar, sikap terhadap pembelajaran, gaya belajar, dan kerjasama dalam proses pembelajaran.
C. Kaitan antara Penilaian Formatif dan Pembelajaran
D.
Penilaian formatif merupakan bagian dari kegiatan belajar mengajar. Seperti disebutkan sebelumnya, penilaian formatif bahkan merupakan bagian dari langkah-langkah pembelajaran yang efektif. Angelo dan Cross (1993) menyebutkan bahwa melalui penilaian formatif pendidik memperoleh umpan balik dalam hal apa, seberapa banyak, dan seberapa baik peserta didik belajar. Pendidik selanjutnya menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki proses pembelajarannya sehingga lebih efektif dan efisien. Berbagai penelitian mengenai keefektifan pendidik menunjukkan bahwa penilaian yang dilaksanakan untuk membantu peserta didik membuat kemajuan dalam proses pembelajarannya merupakan ciri utama dari pembelajaran yang efektif (Hall dan Burke, 2004).
D. Teknik Penilaian Formatif
Ada banyak teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh (mengelisitasi) informasi/data mengenai kemajuan penguasaan kompetensi peserta didik baik pada ranah sikap, pengetahuan, maupun keterampilan yang dapat dipakai dalam penilaian formatif. McCharty (2017) merekomendasikan siklus penilaian formatif sebagai berikut :
Berikut disajikan beberapa contoh teknik penilaian formatif beserta penerapannya yang diambil dari beberapa sumber (antara lain Bell dan Cowie, 2002; Hall dan Burke, 2004; Regier, 2012).
1. Observasi
(Pengamatan)
Saat
proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, observasi dapat dilakukan oleh
pendidik untuk mengetahui apa yang sudah dan belum dikuasai oleh peserta didik
dalam hal sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.
a.
Catatan Anekdot
Catatan
anekdot merupakan catatan singkat yang ditulis selama pelajaran di saat para peserta didik sedang bekerja
dalam kelompok maupun secara individual, ataupun setelah pelajaran usai.
b. Buku
Catatan Anekdot
Buku
catatan anekdot adalah buku yang berisi lembar-lembar isian observasi yang
dibagi menjadi beberapa bagian untuk masing-masing peserta didik.
c.
Kartu Catatan Anekdot
Kartu
catatan anekdot adalah kartu catatan berukuran 12,5 cm x 17,5 cm untuk
masing-masing peserta didik yang disimpan dalam satu map.
d.
Label atau Catatan Tempel (Sticky Notes)
Pendidik
dapat membawa sebuah papan jalan (clipboard) dengan selembar label atau
setumpuk sticky notes, lalu melakukan observasi sambil berjalan mengelilingi
kelas.
2.
Bertanya (Questioning)
Jawaban
peserta didik terhadap pertanyaan pendidik dapat memberikan gambaran yang baik
tentang kemajuan penguasaan kompetensi mereka. Pertanyaan harus dirumuskan dan
disampaikan dengan baik oleh pendidik kepada peserta didik secara lisan.
3.
Diskusi
Diskusi
di kelas bisa memberikan banyak informasi mengenai penguasaan peserta didik
terhadap konsep-konsep yang dipelajari. Diskusi membangun pengetahuan dan
mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
4.
Exit/Admit Slips
a.
Exit Slips
Exit
Slips adalah jawaban tertulis atas pertanyaan yang diberikan pendidik pada
akhir pelajaran untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep
inti.
b.
Admit Slips
Admit
Slips hampir sama dengan Exit Slips, perbedaannya Admit Slips dilakukan sebelum
pembelajaran di kelas dimulai.
5.
Lembar Catatan Belajar Peserta didik
a.
Lembar refleksi
Lembar
refleksi digunakan oleh peserta didik untuk mencatat proses yang mereka lalui
dalam mempelajari sesuatu dan apa yang mereka peroleh, sekaligus mencatat
pertanyaan-pertanyaan yang perlu mereka temukan jawabannya.
b.
Lembar Tanggapan Peserta didik
Lembar
tanggapan peserta didik merupakan lembar isian bagi peserta didik untuk
menuliskan respons pribadi mereka untuk mengajukan pertanyaan, meramalkan
hasil, melakukan refleksi atau perenungan, mengumpulkan kosakata, dan untuk
menyatakan pikiran atau pendapat mereka mengenai bacaan tertentu.
6.
Penilaian Diri dan Penilaian Antarteman (Self- dan
Peer-Assessment)
Penilaian
Diri dan Penilaian Antarteman menjadikan peserta didik mengevaluasi dirinya
sendiri atau teman sekelasnya mengenai kemajuan belajarnya dan melakukan
refleksi atas proses pembelajaran mereka.
7.
Latihan Presentasi
Latihan
presentasi sebaiknya dilakukan beberapa hari sebelum tanggal presentasi yang
sesungguhnya. Peserta didik berlatih presentasi di depan teman-teman sekelas
mereka.
8.
Peta Konsep
Penilaian
formatif dapat dilakukan dengan meminta peserta didik membuat representasi
visual, misalnya peta konsep.
9.
Penilaian Kinestetik
Penilaian
Kinestetik adalah penilaian yang memasukkan unsur gerak untuk menunjukkan
pemahaman mereka mengenai sebuah topik atau konsep.
10.
Papan Bicara
Pendidik
dapat meminta peserta didik menuliskan jawaban atas pertanyaan lisan atau
tertulis pada papan kecil/kertas karton berukuran sekitar 35x50 cm dengan
spidol. Ketika peserta didik telah menuliskan jawabannya, mereka diminta untuk
mengangkat papan kecil/kertas karton mereka. Pendidik dapat menentukan siapa
yang dapat menjawab dengan tepat dan yang masih membutuhkan bantuan.
11.
Kuis Konstruktif
Untuk
menilai perkembangan peserta didik dalam penguasaan kompetensi, pendidik dapat
memberikan kuis konstruktif. Kuis ini diberikan selama proses pembelajaran
berlangsung.
12.
Penugasan
Penilaian
formatif dapat dilakukan pendidik dengan cara memberi tugas yang dapat
dikerjakan peserta didik sebagai pekerjaan rumah (PR).
13.
Daftar cek
Daftar
cek kelas merupakan salah satu teknik untuk mengumpulkan informasi mengenai
pemahaman peserta didik selama satu bab pembelajaran.
14.
Jawaban Bersama
Pendidik
dapat meminta peserta didik untuk menjawab serangkaian pertanyaan secara
bersama-sama. Apabila pendidik ingin mengetahui tingkat pemahaman peserta didik
secara cepat.
15.
Contoh dan Bukan Contoh
Pendidik
meminta peserta didik untuk memberikan contoh dan bukan contoh dari sebuah
topik yang sedang dibahas.
16.
Tunjuk Lima Jari
Ketika
pendidik ingin segera mengetahui kemajuan penguasaan peserta didik di
tengah-tengah pelajaran, tunjuk lima jari adalah salah satu teknik yang dapat
digunakan. Berikan sebuah pertanyaan kepada peserta didik dan mintalah mereka
menunjukkan tingkat kepahaman mereka dengan menggunakan isyarat jari.
17.
Menyebutkan hal-hal yang sudah dipelajari
Pada
pertengahan pembelajaran suatu bab, pendidik dapat meminta peserta didik
membuat daftar materi yang telah mereka pelajari dalam bab tersebut.
18.
Uraian Singkat
Uraian
Singkat adalah teknik penilaian formatif yang cepat dan memungkinkan pendidik
untuk menyimpulkan tingkat penguasaan peserta didik dalam suatu topik
pembelajaran.
19.
Ringkasan Singkat
Pendidik
meminta peserta didik untuk membuat ringkasan singkat dari materi yang telah
mereka pelajari akan memberikan informasi mengenai pemahaman peserta didik mengenai
materi tersebut.
20.
Pertanyaan dengan Jawaban Terbuka
Pertanyaan-pertanyaan
dengan jawaban terbuka memungkinkan pendidik untuk menentukan perkembangan
capaian belajar peserta didik. Pendidik memberi pertanyaan yang tidak bisa
dijawab hanya dengan ‘ya’ atau ‘tidak’ atau jawaban satu kata lainnya.
21.
Memecahkan Masalah
Pendidik
menunjukkan sebuah masalah kepada peserta didik secara individu atau kelompok
dan meminta mereka memecahkannya. Peserta didik dapat menyatakan jawaban/solusi
terhadap masalah secara lisan atau tertulis.
22.
Kartu Jawaban
Ada
banyak kegunaan kartu jawaban di dalam kelas. Pendidik memberikan sebuah
pertanyaan dan meminta peserta didik untuk menjawab dengan mengangkat kartu
jawaban mereka. Kartu jawaban yang paling umum adalah pertanyaan dengan jawaban
‘YA’ atau ‘TIDAK’.
23.
Pertanyaan-Pertanyaan yang Dibuat oleh Peserta didik
Peserta
didik diminta untuk membuat pertanyaan dan menuliskan kemungkinan jawabannya.
Peserta didik harus memikirkan pertanyaan apa yang akan menunjukkan pemahaman
mendalam mengenai suatu topik.
Untuk Selengkapnya silahkan Unduh Model Penilaian Formatif Pada Pembelajaran Abad 21 pada link yang sudah kami siapkan dibawah ini :
(Unduh Disini) Model Penilaian Formatif Pada Pembelajaran Abad 21 2019.pdf
Baca Juga :
(Buka Disini) Panduan Penilaian Kinerja .pdf
(Buka Disini) Panduan Penilaian Portofolio.pdf
(Buka Disini) Panduan Penilaian Tes Tertulis.pdf
(Buka Disini) Panduan Penulisan Soal High Order Thinking Skill ( HOTS ).pdf
(Buka Disini) Panduan Penilaian Karakter.pdf
Demikian kami sampaikan Model Penilaian Formatif Pada Pembelajaran Abad 21, Semoga bermanfaat.



